Info Penting

Showing posts with label Seputar Dunia. Show all posts
Showing posts with label Seputar Dunia. Show all posts

Wednesday, June 10, 2009

Indonesia’s Porn Bill: a true choice?

By: Hambari Nursalam

Nowadays, pornography has become a sensitive issue in most countries, especially in Indonesia . Recently, Indonesian government has made a prevention act to minimize the spread of pornography in the society which has been long existed in mass media. This rule was named “Porn Bill”, proposed by the House of Representative (DPR) on 31 October 2008.

However, there were pros and cons about the Porn Bill .For those who support the Bill has been showing their concern about the situation in Indonesia in which we have no control over the media in producing the pornography. In their point of view, if there are no rules or anticipation, it is a serious threat to the nation particularly towards young generations. We cannot deny of the fact that some crimes were resulted from the pornography. At the same time, it is somehow related to the morality of the society. If pornography is allowed to be exposed freely, the image of the country will be at risk!

In contrary, for those who disagree and rejected the Porn Bill has viewed that it has been a discrimination towards the women and discredit the Human Rights (HAM). They argued that Indonesia is not a religious country but a country which is based on Pancasila (the Five Principles).Therefore, in their opinion, Porn Bill is full of certain religion’s orientation especially Islamic religion as Islam dominates the majority of Indonesian population.

In this case, we should look at both sides wisely; the first group is not in the wrong track as their reasons are true. If we see through the fact, pornography in Indonesian society is in critical condition. There are many Medias whom have been purposely producing and spreading the pornography. In fact, pornography could be found anywhere. There is a need for such a rule to curb this situation. Porn Bill is not a new thing, in fact, Porn Bill has been implemented by many countries regardless whether it is secular, liberal, or communist and not an Islamic country, such as: United States, China, and Europe.

The second group should know that Porn Bill does not contradict with the Human Rights. It is actually supported the Human Rights because it upholds women’s image and save them from the exploitation. They cannot accuse Porn Bill of being a product of Muslim’s orientation just because the majority of Indonesian Muslims and all Islamic political party agree and support the Porn Bill. The content of Porn bill is still far from the Islamic rules about the women. If the Bill really caters the need of Muslim, then the Bill will be more an upbeat. In addition, we are saddened by the condition of the society which has been affected by the product of pornography. Hence, it was the main reason for the advent of the Porn Bill.

In my opinion, Porn Bill is very important because it involves our concerns towards our generations as well as our Indonesia country’s future. It is queer that Indonesia comprises the biggest Muslim population in the world in which two hundred and thirty million of total population with 80% are Muslim, but Indonesia has little control over the rule about pornography, and it was already infested in the society. If the pornography has much negative impact, the major sacrification would be from Muslim community. So, it is not a mistake for the current government to introduce the Porn Bill. This is the time to save the nation from the threat, and to dam up the wave of moral destruction.

The Porn Bill is the first step. the government must be consistent in implementing the Bill, because this is the only way to curb this situation. There are not just simply terrorist, drug, or crime that threaten the society but also pornography. Thus, “prevention is better than cure!”

Sunday, November 9, 2008

Warga Bengkalis Terserang Demam Aneh

Sejumlah warga Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan terserang demam aneh. Aneh karena menurut sebagian warga yang terserang baru pertama kali ini mereka merasakan demam seperti itu. Selain panas badan yang sangat tinggi, sendi-sendi pergelangan kaki dan tangan terasa nyeri dan lemas, sehingga sulit digerakkan.

Informasi yang dirangkum dari salah seorang warga Desa Kembung Luar, Ernawati (34) menyebutkan, demam aneh tersebut sudah menyerang sejumlah warga Dusun Pancur, bahkan katanya sudah merambah sampai ke Dusun Sungai Limau Kembung Luar. “Demamnya aneh, karena selain panas cukup tinggi, sendi-sendi tulang juga terasa nyeri dan lemas. Sebagian warga mengkawatirkan kalau demam tersebut demam cikungunya,” ujar Wati.

Seperti dialami oleh Pardi dan Niam, pasangan suami istri ini juga terserang demam aneh tersebut. peliknya, Niam terserang ketika akan berbuka puasa, dan sejak beberapa hari lalu tidak bisa berjalan.

Bahkan untuk buang air saja ia harus dipapah oleh anak-anaknya. Sejumlah warga kata Wati sempat mempertanyakan hal tersebut kapada mantri kesehatan setempat, khawatir kalau demam tersebut benar-benar menular. “Terus terang kita sangat takut, karena menurut informasi demamnya menular. Alhamdulillah kekhawatiran warga langsung direspon oleh pihak terkait dan beberapa waktu lalu ada tim kesehatan dari Bengkalis turun dan melakukan fogging,”jelas Wati.

Persoalan sama juga dikatakan Rodiah, warga Pematang Duku ini mengaku kalau abangnya terserang demam menakutkan tersebut. Sama seperti di Kembung Luar, abangnya yang bernama Safari tersebut harus tertatih- tatih memegang dinding ketika akan berjalan.

“Menurut keterangan abang (Safari) sendi-sendi tulangnya nyeri dan lemah, jadi
untuk berjalan tegak seperti biasa tidak bisa, harus berpegangan,” kata Rodiah.

Terkait serangan demam aneh tersebut, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Bengkalis dr Edi Setiawan, saat dihubungi kemarin mengatakan, demam yang dialami oleh sejumlah warga tersebut adalah demam biasa dan tidak membahayakan. Dugaan sementara memang disebabkan oleh gigitan nyamuk, namun bukan demam cikungunya dan biasanya sembuh dalam jangka waktu sepekan. “Tim kita sudah turun langsung mengecek ke Kembung Luar sampai ke Teluk Lancar. Demam yang dialami warga saat ini demam biasa, warga tidak perlu cemas karena tidak membahayakan.

Dugaan sementara memamg faktor gigitan nyamuk, makanya beberapa waktu lalu kita melakuan fogging di Kembung dan Teluk Lancar. Tak usah khawatir biasanya dalam sepekan sudah sehat kembali, mudah-mudahan,” kata mantan Kepala Puskesmas Kelurahan Damun ini.

Kemungkinan demam tersebut berjangkit menurut Edi, demam tersebut sama sekali tidak berjangkit. Hanya saja katanya kasus tersebut memang terjadi berkelompok, karena bisa jadi dalam kelompok tersebut kondisi kebersihan dan lainnya tidak terjaga dengan baik. “Kita mengimbau kepada warga masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. riau pos

Disdik Siak Gaet Universitas Malaysia

SETELAH melakukan monitoring terhadap mahasiswa Kabupaten Siak di Internasional Islamic University Malaysia (IIUM) Kuala Lumpur, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Siak terus melakukan pengembangan di lapangan. Bahkan untuk peningkatan mutu pendidikan, Disdik Siak bakal menggaet sejumlah universitas terkemuka di Malaysia.

‘’Untuk saat ini program kita masih tetap, yakni peningkatan Sumber Daya Manusia
(SDM). Makanya setelah kita meninjau langsung mahasiswa yang kuliah di IIUM
Kuala Lumpur, Malaysia, kita akan melakukan kerja sama dengan universitas di
sana,’’ ujar Kadisdik Siak Drs H Arfan Usman MPd kepada Riau Pos, Senin (20/10)
di Siak.

Karena kata Arfan, dengan adanya kerja sama ini dapat memberikan kemudahan kepada mahasiswa. Bahkan mahasiswa yang kuliah dengan kerja sama ini disamapakan haknya dengan mahasiswa tempatan. Makanya kedepan universitas yang akan diajak kerja sama akan disesuaikan dengan keperluan daerah.

Terkait rencana akan dibangunnya universitas dan perguruan tinggi di Siak, Arfan mengatakan, ini belum bisa dilakukan. Karena jika membuat suatu program setengah-setengah, maka akibatnya tidak baik. Mendirikan universitas harus benar-benar bonafit, sehingga universitas ini akan terus berkumbang. Apalagi saat ini ada disejumlah kabupaten yang memiliki perguruan tinggi hidupnya kembang kempis, karena perencanaanya tidak matang.

‘’Kita tidak mau ini terjadi dan setiap tahun akan menjadi persoalan, khususnya untuk penerimaan mahasiswa. Makanya saat ini kita masih fokus untuk menyekolahkan putra-putri terbaik Siak ke perguruan tinggi terkemuka di dalam maupun luar negeri,’’ ujarnya.

Dikatakannya lagi, sejumlah mahasiswa yang dikirim ke laur negeri selain mengirim mahasiswa ke Kuala Lumpur, Malaysia adalah program mengirim mahasiswa ke Syiria dan Mesir. Tapi sebenarnya, tahun lalu mahasiswa yang dikirim ke Malaysia ini adalah tujuan Syiria, karena terjadi konflik dan keamanan yang dikhawatirkan maka mahasiswa ini dialihkan ke Malaysia.

Menurut Arfan, program pendidikan ini untuk mengisi program keislaman, seperti saat ini adanya Lembaga Islamic Center yang memang disiapkan bagi mahasiswa untuk menuangkan ilmunya. Makanya kedepan apakah akan dikrim ke Kuala Lumpu atau tidak, tapi ini akan disesuaikan dengan kebutuhan di Siak.

Sejak program pengiriman mahasiswa ke sejumlah perguruan tinggi digulirkan Arfan mengaku, baru satu orang mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan S1 di ITB. Tapi mahasiswa ini langsung melanjutkan studinya ke jenjang S2. Sehingga mereka kembali ke Siak benar-benar siap untuk mengembangkan ilmunya kepada masyarakat.

Tapi kedepan ungkap Arfan lagi, mahasiswa yang banyak dikualiahkan saat ini difokuskan untuk program kedokteran umum, dan ini baru tahun ke kedua. Tujuannya agar mereka yang selesai kulaih dapat mengisi bidang pekerjaanya masing-masing yang diperlukan.

Makanya kata Arfan, seperti pengiriman mahasiswa di Malaysai saat ini memang belum ada pembinaan langsung dari Pemkab Siak, karena masih dikelola oleh yayasan Al-Amin, Bengkalis. Karena untuk program seperti ini pihaknya harus berhati-hati, dan tidak mau kejadian kasus beasiswa Wonosobo terulang lagi, makanya program ini harus dilakukan dengan matang. Riau Pos
 

Komentar Terbaru

Ikmalaysia Followers